Rosita Aruan, Letkol Militer Amerika Serikat Berdarah Batak
- Herlambang Ichtiarto
- 04 Feb, 2025
Meskipun tinggi badannya tidak sampai 150 cm,
semangat pantang menyerah khas halak Batak membuatnya mampu melewati tes seleksi
tentara AS.
Sebelumnya, Rosita pernah menempuh
pendidikan di Universitas Sumatera Utara (USU), dengan jurusan Perdagangan
Internasional. Mimpinya sebagai jaksa harus terhenti setelah tinggi badannya
tidak memenuhi persyaratan tinggi badan minimal calon jaksa.
Masih di Indonesia, ia pernah bekerja
sebagai wartawan di majalah Bisnis dan Ekonomi, Warta Ekonomi pada tahun 1997.
Rosita ingin melanjutkan passion-nya
sebagai wartawan di AS, tetapi harus terkendala kewarganegaraan dan pengalaman
kerja di AS.
“Tahun 2000, September, saya pindah ke sini
karena menikah dengan pria Amerika. Cinta yang membawa saya ke Amerika” ucap
Rosita dalam podcast bersama VOA Indonesia, 1 Februari 2025.
Jalan Rosita meniti karir di AS tidaklah
mudah. Ia melewati salah satu masa sulit ketika ia pertama kali bekerja di AS sebagai
pegawai Burger King selama 3 bulan.
“Pertama kali saya kerja harus bersihin restroom saya nangis. Saya bilang sama
mama di Jakarta, kalau ga kebayang saya ke Amerika harus bersihin WC. Tapi, ya
itulah hidup ya” Kata Rosita.
Rosita pernah gagal dalam tes seleksi masuk
tentara AS pertamanya. Ia harus gagal dengan nilai ujian 29, 2 poin lebih
rendah dari batas terendah nilai kelulusan tes.
Tidak menyerah, Iamembekali dirinya dengan
belajar keras selama 30 hari ke depan. Akhirnya, Rosita mampu melewati tes
tersebut dengan usia yang tergolong tua, yaitu 34 tahun.
“Suka diledekin karena saya paling tua.
Saya 34 tahun sedang mereka 17 – 20 tahun. Jadi pas lagi latihan, dipanggilnya
“Come on Granny, you can do it”” Ungkap Rosita
Meski telah lama hidup di AS, Rosita
mengaku tetap mencintai Indonesia. Ia tetap menganut nilai-nilai Batak yang
telah diajarkan oleh orang tuanya.
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *
